cewe matre
November 28, 2008 at 10:14 am 1 comment
“semua wanita itu matre,tapi kadarnya berbeda beda”
kata seorang wanita cantik yg pernah kukenal.

Tuan tuan dan puan puan yng saya hormati,
cewe matre lengkapnya cewe materialistis merupakan julukan yang negatif bagi seorang wanita, maka tak heran jika para wanita menolak jika dianggap matre. namun yang mengherankan mayoritas para kaum hawa ini mengaminin jika dikatakan semua wanita itu matre.
berbagai alasan dikatakan oleh para wanita untuk membela bahwa menjadi cewe matre wajar wajar saja dari mulai kebutuhan hidup sampai dengan mengatakan bahwa kewajiban para kaum pria untuk mencukupi kebutuhan mereka serta menyenangkan mereka, dengan memberi materi selain perhatian.
namun mereka juga menyadari kadar ke matre an seorang wanita berbeda beda, nah yang ini saya setuju..namun masalahnya bagaimana mengukur kadar ke matre an seseorang?apa parameter atau patokan yang dipakai?
ada 2 hal yang biasanya dipakai untuk mengukur kadar ke matrean seseorang yaitu kuantitas dan kualitas dari si cewe., maksudnya seberapa sering wanita ini meminta dan seberapa besar permintaan sang cewe.
nah masalah kualitas dan kuantitas tergantung anda tuan tuan, jika anda seorang bambang triatmaja ketika seorang wanita meminta di belikan sebuah tas louis vuiton keluaran terbaru seharga 25 juta maka itu hanyalah sedekah saja, sedangkan bagi saya itu adalah musibah..ini yg saya sebut sebagai parameter kualitas.
sementara jika wanita wanita itu meminta anda untuk membiayai pengeluaranya rutin tiap bulan, serta biaya kesalon tiap mingunya. serta makan siang direstoran tiap harinya. dan anda bersedia melakukanya karena pendapatan anda mencukupinya serta masih bisa ditolerir menurut anda sehingga anda belum bisa mengangap wanita itu cewe matre yah itu hak anda. dan saya menghargai pendapat anda yang berbeda dengan saya.(ini yang dinamakan kuantitas)
seberapa tinggi batas toleransi anda, itu juga anda yang mngetahuinya dan menetapkan. bagai saya bukan kadar atau batas toleransi tapi motivasi kita ketika kita memberi ( saya lebih menyukai kata berbagi) kepada pasangan kita.
saya berbagi pada calon istri saya dengan harapan dia merasa memiliki apa yang saya punyai, maka ketika dia memutuskan untuk saya miliki atau menjadi milik saya maka saya membuka isi dompet saya, simpanan saya serta pendpatan saya, dengan merasa memiliki juga saya berharap dia bisa mengunakanya dengan bijaksana.
namun jika anda memberi kepada pasangan anda dengan tujuan supaya dia lebih menyukai anda lagi dan mendapatkan perhatianya serta cintanya , maka ketahuilah ada banyak pria yang lebih kaya dari anda yang siap memberi dia lebih banyak dari anda. sehingga makin besar cinta dan perhatian yang di berikan kepada pria tersebut.
dan untuk para wanita jika anda memberikan cinta dan perhatian anda karena ingin mendpatkan materi dari kami, maka anda tak lebih dari barang dagangan. dan ketahuilah ada banyak barang dagangan yang lebih cantik dari anda maka jangan salahkan kami jika kami kaum adam mempunyai banyak barang dagangan(saya perjelas lagi pacar)..
Entry filed under: omong kosong. Tags: .
1.
Hwang | December 1, 2008 at 5:46 am
wah wah….. applause buat Pak Hendi….
buat real compose nya. ^^v
ck ck ck… gk nyangka saia, klo cewe matre itu idup dmn dmn…
yaa… sama sihh,,, saia jg matre.. tp herannya, saia stuju lho klo beneran di bilang matre…
hehe…
Coz sbnr nya itu cuma motivasi, buat tunjukkin ke cowo yg pny mind set gitu klo sbenernya gk smua cewe itu bnr2 ‘matre’
hee….. gitu aja Pak.
annyeoong….^^